Latest News

Adbox
Showing posts with label Investasi Property. Show all posts
Showing posts with label Investasi Property. Show all posts

Thursday, January 24, 2019

Agar Milenial Bisa Beli Rumah, Ini Berapa Persen Gaji Harus Disisihkan. Untiuk Membeli Rumah



JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi sebagian anak muda, memiliki rumah pertama untuk dirinya sendiri agak berat karena harganya tak tak murah. Maka tak heran jika beberapa dari mereka memilih jalan-jalan ketimbang menabung membeli properti.

Padahal, jika mau taat menyisihkan pendapatan per bulan, bukan mustahil milenial memiliki rumah sendiri.

Perencana keuangan Ligwina Hananto mengatakan, umumnya milenial menyisihkan 5-10 persen untuk tabungan jangka pendek. Biasanya mereka menabung untuk rencana liburan, persiapan pensiun, dan sebagainya. Porsi tersebut belum termasuk untuk rumah. 

"Begitu menyisihkan (pendapatan) untuk rumah, kan ada urgensinya, harus menyiapkan lebih banyak bisa 20-30 persen (dari pendapatan)," ujar Ligwina di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Misalnya, apabila gaji sebesar Rp 10 juta, maka setiap bulan yang ditabung untuk uang muka rumah sekitar Rp 2 juta-3 juta. 
Jika nilai simpanan konsisten dan komitmen menabung tiap bulan kuat, maka dalam waktu 3 tahun saja, uang untuk DP rumah sudah terkumpul. Namun, rumah atau apartemen yang dibeli juga harus sesuai dengan kemampuannya. 

"Kalau cuma bisa nabung Rp 2 juta per bulan, tapi maunya beli apartemen Rp 1,5 miliar ya agak susah. Isunya bukan lagi mampu mengumpulkan, tapi kesadaran dengan kemampuannya," kata Ligwina.

Ligwina sering berpesan pada kliennya, terutama anak muda yang belum menikah, agar selalu menyisihkan uang untuk membeli properti dari jauh hari. Sebab, rumah tinggal merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi, apalagi jika sudah berkeluarga. 

Ligwina menganggap, menanamkan pola pikir soal pentingnya rumah bagi milenial cukup membutuhkan trik. Caranya tidak bisa dengan mendorongnya untuk membeli rumah, tapi beberkan keuntungan apa saja yang didapat jika memiliki rumah.

Friday, August 17, 2018

DP Rp 0 Kesibukan Terkini di Proyek Rumah

Jakarta - Pembangunan fondasi struktur bawah sedang berlangsung di proyek rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Pantauan detikFinance di lokasi, Kamis (16/8/2018), pasca datangnya beton-beton untuk tiang pancang, pagi ini sudah tampak aktivitas pekerjaan proyek. Alat-alat berat dioperasikan, mulai dari mesin pancang hingga ekskavator.

Mesin pancang terlihat bergerak naik turun untuk menancapkan beton ke dalam tanah. Suara hentakan antara mesin pancang dan beton yang beradu juga terdengar cukup jelas. Sementara ekskavator terlihat sedang mengeruk tanah.

Salah satu warga di sekitar lokasi proyek, Dimas mengatakan saat ini pekerjaan proyek memang sudah berjalan. Setiap hari, dia mendengar mesin-mesin atau alat berat yang bekerja di sana.

"Iya setiap hari dengar aktivitas pembangunan proyek, suara suara mesin pancang," katanya saat berbincang dengan detikFinance.

Untuk mengetahui kesibukan pekerjaan proyek terkini di sana, baca berita selengkapnya.(zlf/zlf)

Tuesday, April 3, 2018

Ini Biaya Lain Saat Beli Rumah


www.rumah.com.Jakarta Menghitung biaya beli rumah pertama kali bisa menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan. Terlebih Anda sudah membayangkan bagaimana rasanya memiliki rumah sendiri sehingga menjadi semangat untuk mewujudkannya menjadi nyata.
Ketika sudah menemukan rumah yang sesuai dengan keinginan, Anda ingin segera menandatangani semua dokumen surat jual beli yang dibutuhkan. (Simulasikan cicilan KPR Anda per bulannnya lewat kalkulator KPR.

Namun ingat, bahwa membeli rumah akan memberikan dampak pada keadaan keuangan. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan diri untuk biaya beli rumah.
  • Biaya Perawatan Rumah
Jika sebelumnya Anda menyewa di apartemen atau tinggal bersama orang tua, Anda mungkin tak terlalu repot saat ada masalah atau kerusakan. Tinggal telepon bagian pengelola apartemen atau mungkin menyerahkan masalah tersebut pada orang tua.
Kini, jika ada sesuatu yang rusak di rumah Anda harus memperbaiknya sendiri, termasuk merawat taman bila ada rumput yang tumbuh terlalu tinggi.
Ini juga artinya Anda perlu memiliki peralatan berkebun yang baru. Anda harus menyisihkan dana cadangan untuk hal-hal tersebut setiap bulannya.

  • Asuransi pinjaman atau kepemilikan rumah
Sebagai seorang pemilik rumah Anda tentu ingin melindungi investasi properti yang sudah dibeli. Ini juga yang wajib masuk dalam catatan biaya beli rumah.
Anda bisa mempertimbangkan penggunaan asuransi untuk melindungi pinjaman ke bank ataupun properti yang telah dimiliki, khususnya bila tinggal di daerah yang rawan bencana seperti gempa bumi, banjir, dll.
  • Pajak Properti
Hal lain yang harus Anda ingat ketika memiliki properti sendiri adalah setiap tahunnya harus membayar pajak atau biasa disebut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Nilai pajak ini biasanya dihitung dari luas property yang Anda miliki dengan nilai yang sudah tetap dan tidak bisa dinegosiasi.
  • Biaya jual beli
Jika Anda sudah memilih sebuah rumah, siapkan juga biaya beli rumah untuk urusan jual beli yang biasanya dikenakan oleh agen properti atau pengembang perumahan.
Biaya ini akan mencakup semua pengurusan proses jual beli dan biasanya dikenakan di awal pembelian (bukan ketika cicilan sudah berjalan).
Catatan: Memang dana yang diperlukan relatif besar, tetapi Anda tidak harus memenuhinya secara bersamaan. Kelompokkan hal-hal di atas berdasarkan kebutuhan. Sesuatu yang tidak terlalu diperlukan bisa dibeli belakangan.

Monday, August 8, 2016

Investasi Properti Tanah Resiko Rugi Sangat Kecil

Investasi Properti Tanah Resiko Rugi Sangat Kecil
Investasi properti merupakan investasi yang masih menjadi pilihan banyak orang karena kemungkinan rugi sangat kecil. Selain itu investasi properti ini bisa di prediksi kedepan nilainya tidak akan jatuh.

Terutama properti tersebut berupa tanah. Investasi tanah ini sangat banyak peminatnya, karena tanah semakin lama pasti akan banyak yang membutuhkannya. Disamping itu tanah lama kelamaan juga akan semakin bertambah langka dikeranakan jumlah penduduk yang semakin banyak dan kemungkinan perubahan bentuk geografi yang terjadi, seperti pengikisan tanah maupun erosi.

Investasi dalam bentuk rumah juga diminati karena rumah bisa dimanfaatkan untuk disewakan dan bisa saja keuntungannya jauh lebih besar dari pembelian rumah tersebut.

Investasi di bidang properti bisa dikatakan sangat minim resiko karena investasi jenis ini mampu memberikan keuntungan yang lebih jika dibanding dengan jenis investasi lainnya, dimana beberapa jenis investasi lainnya ada yang bisa saja terkena dampak inflasi ataupun kerugian lainnya.

Tidak ada orang yang tidak membutuhkan tempat tinggal, dan potensi kedepannya akan pasti semakin banyak orang yang membutuhkan rumah. Inilah pemicu peluang untuk berinvestasi properti misalnya dalam bentuk tanah dan rumah ini sangat diminati karena bisa disewakan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Meski investasi properti ini mempunyai sifat likuid atau tidak bisa dijual pada saat itu juga namun pada umumnya harga tanah ataupun rumah setiap tahunnya juga semakin meningkat. Ini bisa dikatakan adalah suatu bentuk investasi untuk jangka panjang.

Memanfaatkan peluang untuk investasi properti ini masih sangat banyak karena masih banyak juga lahan kososng di kawasan daerah ataupun permukiman. Saat ini yang namanya kredit rumah juga sudah semakin banyak, tinggal kita bisa memanfaatkan peluang dan kesempatan ini sekarang atau tidak, sebelum peluang tersebut diambil oleh orang lain.

Pengelolaan, perencanaan, dana manajemen keuangan yang baik akan membuat manfaat baik juga kedepannya. Jadi jangan sia-siakan berbagai peluang ataupun kesempatan yang ada, investasi tidak hanya sekedar janji ataupun iming-iming belaka. Kalau ini ditekuni pasti anda akan bisa merasakan keuntungannya nanti. Salam Properti

Mana yang Lebih Menguntungkan, Investasi Rumah atau Apartemen?

na yang Lebih Menguntungkan, Investasi Rumah atau Apartemen?
Investasi properti sepertinya tak akan pernah mati. Harga tanah, rumah, ruko, apartemen, dan jenis properti lainnya lebih sering naik ketimbang stabil, atau bahkan turun.
Apalagi properti di Jakarta dan sekitarnya. Sebagai patokan, lihat saja pameran-pameran properti yang rutin diadakan di Jabodetabek. Pengunjungnya selalu membeludak. 
Dari yang berstatus subsidi pemerintah sampai yang supermewah, semua diburu konsumen. Tapi, yang paling laku tentunya yang berada di lokasi strategis.
Salah satu faktor yang memengaruhi minat konsumen pada properti adalah akses lokasi. Namun, makin strategis, makin tinggi pula harganya. Menurut laporan Kompas, harga properti yang dilewati proyek transportasi light rapid transit (LRT) bahkan melejit hingga 200 persen!
Faktor lainnya adalah:
  • Bukan daerah langganan banjir
  • Dekat dengan jalan tol
  • Lingkungan aman
  • Dekat dengan fasilitas umum, seperti rumah sakit, sekolah, dan pasar
Jika suatu properti memenuhi syarat itu, pasti baik sebagai investasi.

Namun, yang kemudian sering ditanyakan orang adalah jenis properti apa yang paling baik untuk dijadikan investasi? Pertanyaan ini umumnya mengerucut ke dua jenis: investasi rumah atau apartemen.
Rumah dan unit apartemen dengan lokasi dan harga yang sama bisa berbeda hasil investasinya. Sebab memang masing-masing jenis properti itu punya kelebihan dan kelemahan secara umum.

Kelebihan investasi rumah:

– Lebih mudah dijual
– Lebih mudah jadi jaminan kredit di bank [ Persyaratan Pengajuan KPR]
– Bisa disewakan dengan harga tinggi jika bangunan bagus
– Tingkat kenaikan harga umumnya lebih tinggi ketimbang apartemen

Kekurangan investasi rumah:

– Bangunan mengalami penyusutan nilai hingga 10 persen per tahun, jadi harus direnovasi untuk menaikkan nilai jualnya 
– Butuh asuransi minimal kebakaran untuk berjaga-jaga
– Bayar biaya lingkungan, seperti kebersihan dan keamanan
– Harus mencari penyewa yang bertanggung jawab, jika tak mau rumah rusak tak terurus saat disewa

Kelebihan investasi apartemen:

– Harga tipe studio biasanya lebih murah daripada rumah tapak tipe 45
– Fasilitas komplet, misalnya ada kolam renang dan pusat kebugaran
– Harga sewa unit biasanya lebih tinggi ketimbang rumah

Kekurangan investasi apartemen:

– Biaya rutin, seperti listrik dan perawatan, lebih tinggi ketimbang rumah
– Bila dipakai sebagai jaminan kredit, nilainya lebih rendah daripada rumah
– Tak ada hak guna bangunan karena tidak berdiri langsung di atas tanah
– Lebih kecil ketimbang rumah
– Tak bisa direnovasi sesuai dengan keinginan, hanya interior yang bisa diubah
– Kadang masalah di unit lain merembet ke unit sendiri, misalnya pipa air unit di atas bocor atau tembok unit samping retak
– Return lebih kecil karena biaya rutin yang tinggi

Kesimpulan

Melihat perbandingan di atas, rumah dan properti di tempat yang sama dengan harga yang sama pula punya fitur masing-masing. Untuk menentukan pilihan, yang paling awal harus dilakukan adalah melihat bujet sendiri.

Di lokasi yang sama, harga unit apartemen tipe studio bisa lebih murah hingga Rp 100 jutaan dibanding rumah tapak nonsubsidi dengan dua kamar tidur. Ini karena ruangan unit apartemen lebih kecil.

Tapi, return apartemen umumnya lebih kecil. Kebanyakan masyarakat Indonesia masih menganggap rumah tapak sebagai hunian yang pas, apalagi di daerah pinggiran Jakarta.

Unit apartemen bisa dihargai jauh lebih mahal jika ada di tengah kota. Namun, harga rumah tapak di tengah Jakarta juga sudah mahal.

Memang, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan kredit pemilikan properti(rumah atau apartemen). Tapi kita tak bisa sembarangan ambil kredit.

Mentang-mentang uang muka ringan, langsung disambar. Perhatikan juga besar cicilan per bulan dan tenor/lama pinjaman. Jangan sampai niatnya dapat untung dari investasi properti, tapi malah buntung.

Menilik Investasi Properti di Jantung Kota Jakarta

Menilik Investasi Properti di Jantung Kota Jakarta
Rumah.com - Jakarta telah padat dengan gedung-gedung bertingkat. Rumah-rumah tapak nyaris tak ada lagi yang dibangun kecuali di daerah pinggir Jakarta, seperti di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meski demikian, peluang untuk berinvestasi tetap ada.
Beberapa orang beranggapan lebih baik membeli rumah di luar Jakarta ketimbang punya apartemen di Jakarta. Pasalnya, rumah dianggap sebagai hunian yang ideal untuk sebuah keluarga.
Meski demikian, tak sedikit pula yang lebih memilih tinggal di hunian vertikal meski ruang terbuka yang tersedia tak seluas rumah biasa. Alasannya, mereka tak perlu membuang waktu dalam kemacetan dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja.
Karena itu, apartemen-apartemen baru terus bermunculan di tengah-tengah Jakarta dengan target pasar yang berbeda-beda.

Dimana Daerah Investasi Properti Terbaik

Dimana Daerah Investasi Properti Terbaik
LAMUDI.COM Melirik keberadaan Indonesia sebagai negara berkembang dengan potensi sumber daya manusia yang semakin banyak, tidak jarang membuat investor baik lokal maupun asing mulai menyucurkan dananya ke beberapa bidang. Terkhusus properti, bidang ini dinilai cukup seksi, karena mitos yang mengatakan bahwa berinvestasi di bidang ini tidak akan pernah rugi kerap menjadi acuan beberapa pemain lokal, baik developer, agent hingga individual menjadikan properti sebagai ‘Surga’ untuk melipatgandakan uang.
Namun perlu diperhatikan jika Anda, khususnya individual yang ingin berinvestasi di bidang properti, tidak semua daerah mampu memberikan keuntungan properti yang cepat, bahkan tidak jarang merugi akibat tidak ada calon pembeli bahkan penyewa, setelah mereka mengetahui lokasi properti tersebut berada. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat Anda ingin berinvestasi di bidang properti, baik tanah, rumah, bahkan apartemen sekalipun.
Ada empat hal yang kerap ditanyakan orang kepada Lamudi baik melalui social media maupun ketika kami mengikuti Indonesia Property Expo 2015, mengenai keberadaan fasilitas-fasilitas tertentu yang dinilai dapat meningkatkan harga properti yang berada di sekitarnya.
Lokasi yang Mudah Diakses
Keberadaan jalan tol, akses kendaraan umum yang 24 jam, bahkan dekat dengan stasiun kereta api adalah hal utama yang menjadi acuan bahwa peoperti kita mengalami kenaikan nilai di masa mendatang. Hal ini memang menjadi indikator bahwa sebuah daerah bisa dikatakan layak untuk didirikan berbagai jenih hunian dari rumah tunggal, perumahan hingga hunian cluster.
 Keberadaan Pusat Perbelanjaan
Dari pasar tradisional, mini market, hingga pasar swalayan besar menjadi hal kedua yang ditanyakan mengenai keberadaan properti. Tentu hal ini menjadi keuntungan tersendiri jika properti Anda berada di dekatnya. Hal ini mempermudah untuk mendapatkan hal-hal pokok seperti bahan-bahan pokok makanan dan pakaian.
 Pusat Pendidikan
Dari formal maupun informal, pusat pendidikan adalah hal ketiga yang kerap dicari orang disekitar properti mereka. Tentu kebutuhan ini semakin relevan jika berbicara mengenai keluarga. Tidak heran bila beberapa pengembang besar bahkan menjalin kerja sama ke beberapa nama instansi pendidikan ternama untuk bergabung dalam sebuah kawasan perumahan yang hendak dibangun.
 Pusat Kesehatan dan Kebugaran
Dari mulai sarana olahraga hingga rumah sakit, menjadi hal keempat yang kerap ditanyakan. Anda pasti tahu bahwa hal ini erat kaitannya dengan kebutuhan manusia akan vitalitas yang mempengaruhi performa dalam beraktivitas.
Setelah Keempat Hal itu, Lamudi juga akan membahas mengenai daerah-daerah mana saja yang kerap ditanyakan orang melalui social media mengenai hunian yang kerap dinilai menjadi daerah potensial untuk berinvestasi di properti.
BODETABEK (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi)
Keempat kota penyangga Jakarta ini menjadi primadona untuk investasi properti. Bogor misalnya, dengan udara yang sejuk dan pembangunan infrastruktur yang cukup pesat seperti di daerah Sentul, dinilai menjadi lahan investasi yang bagus. Atau perbatasan Bogor dan Depok yang memiliki stasiun pemberhentian kereta dinilai menjadi daerah yang baik untuk berinvestasi. Untuk Depok dan Tangerang, dua daerah yang sama-sama dekat dengan Jakarta Selatan. Depok dikenal memiliki beberapa pusat pendidikan ternama, dari Universitas Gunadarma hingga Universitas Indonesia. Potensi properti di sini dinilai makmur sejalan dengan keberadaan dua pusat pendidikanini. Tangerang, dengan pembangunan infrastruktur seperti jalanan tol hingga keberadaan sarana transportasi yang banyak menghubungkannya dengan titik-titik prioritas di Jakarta, membuat daerah ini, sebut saja Bintaro dan Serpong masih masuk dalam primadona untuk berinvestasi. Sedangkan untuk Bekasi, keberadaan daerah industri hingga pembangunan beberapa pusat perbelanjaan besar menjadi pemicu naiknya harga properti di kota ini.

Saturday, August 6, 2016

Investasi di bisnis properti

Investasi di bisnis properti masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang beranggapan bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang. Secara umum investasi properti dianggap lebih aman daripada jenis investasi lainnya. Sebabnya Anda menguasai atau mengelola sendiri investasinya, jadi Anda bisa mengendalikan hampir semuanya. Namun hal itu bukanlah satu-satunya keuntungan berinvesatsi di properti, karena yang paling menarik sebenarnya dari invesatsi di properti ini memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk mulai berinvestasi.Kebanyakan produk investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya harga-harga di bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena isu atau gossip seputar politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi ekonomi, atau seperti obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga naik. Dibandingkan properti yang walaupun
juga terpengaruh faktor luar, namun perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah tentunya tidak bisa berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan.
Keuntungan Investasi di properti Dengan berinvestasi ke properti, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil return investasi yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusuha properti dari Amerika atau Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari bisnis properti. Bank juga memiliki properti, jika kita perhatikan gedung kantor pusat bertingkat tinggi yang megah, belum lagi puluhan jumlah kantor cabangnya. Banyak cara untuk berinvestasi ke properti.
Anda bisa memulainya dengan membeli rumah tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau tanah kosong. Dari semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di properti, kemudian sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali..Jika Anda perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah sewaan, sebab dengan menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa Anda kontrol sendiri, kemudian menjualnya nanti.
Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang banyak untuk memulai investasi
Anda di properti.
Penting sekali memahami mengapa properti seringkali menjadi pilihan utama orang untuk mengembangkan harta kekayaannya, alasannya bukannya karena properti tidak berisiko. Seperti investasi lainnya di properti juga mempunyai kendala misalnya para penyewa yang telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan yang rusak, kesulitan apapun bisa terjadi.
Intinya jika Anda bersedia repot dengan urusan semacam ini, maka investasi di properti memang untuk Anda. Menggunakan Uang Orang lain “ Other People’s Money “ Salah satu hal yang paling menarik dari investasi di properti adalah bahwa sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep terpenting yang membuata rproperti bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya dibandingkan investasi lainnya.
Pada jenis investasi lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan dari seberapa banyak Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi untuk membeli investasi lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi menggunakan uang Anda sendiri. Kita ambil saja contohnya investasi di pasar modal. Untuk membeli saham maka Anda harus membayar tunai seluruhnya dari kesuluruhan transaksinya, kecuali Anda melakukan margin trading yang sebenarnya sangat berisiko. Begitu juga investasi di obligasi, reksadana, deposito dan tabungan di bank, bahka emas dan barang koleksi yangbernilai seni, semuanya mensyaratkan pembayaran tunai seluruhnya.
Investasi di properti tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka rumahnya sebesar 10% sampai dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk memiliki barangnya kemudian sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank. Jangankan bank, bahkan developernya sendiripun mau memberikan keringanan pembayaran cicilan untuk pembayaran uang muka
pembelian barangnya.
Kesempatan untuk menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan ini disebut dengan istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan sesuatu. Contohnya, dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan pembayaran uang muka sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda langsung bertambah menjadi Rp 100 juta.
Dengan menggunakan pembiayaan maka investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua cara. Pertama, semakin banyak uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain atau pembiayaan yang bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda hanya bisa membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang yang sama jika diinvestasikan ke dalam properti, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 100 juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta, kemudian bank membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi pemilik sebuah bangunan seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari 3 kalinya atau 300% berlipat ganda ? Luar biasa.
Mengapa Real Estate Menguntungkan?
Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke properti. Namun selain itu masih banyak keuntungan investasi di properti yang membuatnya sangat menarik di bandingkan investasi lainya.
1. Arus Kas, “Cash Flow“,
Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam properti, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk Anda.
Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda.
2. Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.
Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi properti yang dibiayai dari konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi properti Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya.
Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik. Nilai properti Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan termasuk properti.
Akibat inflasi ini bukan cuma nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai properti ini bahkan bisa menaikkan kekuatan meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa.
3. Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi,
setelah Anda berhasil melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan, misalnya untuk membuat properti yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak investasi properti dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada pendapatan dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.
Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi properti?
Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai bisnis tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha dari bank untuk memulai usaha. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang sudah berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank untuk membeli rumah.
Tidak peduli apakah Anda baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang kesekian kalinya, kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian rumah yang ke berapapun. Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit yang risikonya paling rendah.
Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda, dengan demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan yang stabil yang bisa digunakan untuk membayar cicilan bulanan.
Kemudian dilihat dari segi jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang kita ketahui terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran kalau jaminannya umumnya bisa mengcover hutangnya.
Langkah – Langkah Memulai Investasi Di properti
Walaupun ada kesempatan menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi properti Anda, bukan berarti Anda menjadi lengah. Investasi di properti tetap membutuhkan komitmen penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana sebelum berinvestasi di properti sangatlah penting. Karena langkah paling awal dan paling penting begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke properti adalah mempelajari segala sesuatunya tentang properti sebanyak yang Anda bisa.
Terus belajar, ada banyak sumber informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar tentang investasi properti misalnya dari buku – buku, kursus, seminar, juga internet dan lain-lain. Untuk mengenal bisnis properti Anda juga bisa mengambil kerja paruh waktu sebagai broker properti.
Keuntungannya, selain Anda bisa mempraktekkan apa yang Anda pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda juga bisa mendapatkan komisi penjualan dari properti yang Anda jual. Belum lagi kesempatan untuk membangun jaringan atau network yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk membantu bisnis properti Anda nanti. Melakukan riset terlebih dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau problem-problem yang mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan properti misalnya bisa terjadi masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan bangunan.
Bekerja samalah dengan agen penjual rumah atau broker properti, setelah Anda membekali diri Anda dengan informasi yang memadai tentang bisnis properti maka selanjutnya carilah seorang agen penjual rumah atau broker properti yang bersedia membantu Anda memahami lebih jauh tentang bisnis properti. Carilah agen penjual yang sudah berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh lebih menguasai bisnis properti.
Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang bekerja fulltime daripada partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi Riset mengenai suku bunga, kenaikan harga properti, harga sewa, jika Anda mau menggunakan pembiayaan dari bank maka bandingkanlah suku bunga kredit bank yang satu dengan yang lain dan carilah yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai asumsi kenaikan harga propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa harga jualnya suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan pemdapatan dari sewa ruamh, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi mengenai harga sewa rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan dengan kondisi bangunannya.
Your Action Plan
Setelah Anda berketetapan hati untuk berinvestasi di properti, maka selanjutnya Anda tinggal menetapkan tujuan dari investasi properti Anda secara spesifik dan terukur. Misalnya Anda ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan dalam investasi properti e atau pembelian properti bisa menjadi Rp 1 Milyar dalam 10 tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan barulah Anda bisa menentukan jenis properti apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, apakah perumahan, bangunan komersial..
Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan untuk nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa yang bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli. Dengan melakukan riset seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa banyak uang yang mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa diharapkan untuk terus berkembang.
Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama properti tersebut harus Anda tahan sebelum menjualnya. Dengan membuat tujuan keuangannya akan memberikan Anda semacam pedoman untuk memulai bisnis baru Anda, mengambil tindakan-tindakan yang perlu, melakukan antisipasi risiko, kemudian melakukan investasinya.